" Gw bisa jadi orang Indonesia kalo kulit gw agak gelap, terus gw manjangin rambut, lalu mata gw segede ini (sambil melotot) "
Dialog diatas sempet bikin gw ketawa ngakak, dimana ini terjadi di salah satu unit produksi Volkswagen, dimana seorang rekan kerja (halah bahasana -_-) menggambarkan bagaimana dirinya bisa berubah menjadi orang Indonesia ( FYI dia orang Turki
).
Well, Kolega ini bisa ngomong kayak gitu karena "perwakilan" orang Indonesia di unit itu cuma gw dan hafidz, yang mana kita sama sama "berkulit tiada putih maupun tiada kuning", rambyut gondroooong, dan bermata beloq (baca : mata bwulet keterlaluan) -_-.
Walhasil waktu itu gw sempet merasa berdosa pada rakyat Indonesia, karena sample yang diberikan pada orang orang penasaran ini tentang orang Indonesia mukanya yang kayak kayak gini -_-. Gimana ngga? Soalnya pan diluar sana masih banyak orang orang indo yang berkuning langsat mewangi surgawi, mata lembut sayu menggoda kamyu, rambut sunsilk, dan memancarkan tenaga dalam sukma…
Namun setelah gw mikir2, gw justru lebih merasa sangat berdosa sekali ketika gw gak meluruskan pendapat dia. Ketika gw menyadari sepenuhnya, bahwa orang indonesia bisa saja bermata sipit, bermata sedang, bermata besar, berkulit kuning , berkulit pucat/putih, berkulit gelap,berkulit lebih gelap, berkulit sawo matang, bermuka kotak, bermuka segitiga, jajaran genjang (halah), bersuku ini, bersuku itu, berbahasa daerah ini, berbahasa daerah itu, suka cengenges2an kayak gw ato gak suka cengenges2an, dan masih banyak kemungkinan laennya..
Singkatnya, gw harusnya bilang : " Tong, Indonesia itu jauh lebih luas dari yang lo bayangin, warna kulit gw yang lo liat saat ini bukan menggambarkan Indonesia seutuhnya, mata beloq gw tidak memancarkan cahaya keramahan Indonesia seluruhnya, rambut MENGgondrong gw bukan berarti rambut nasional Indonesia (huek LOL), karena eh karena Indonesia itu kaya…… selaen kaya akan populasi manusia :P, juga kaya akan bersuku suku bangsa , berbagai etnis hidup di dalam negri yang terletak di khatulistiwa ini……. Tong, Indonesia adalah kami, tak peduli orang bilang kami cina, jawa, batak, bugis, sunda, muslim, kristiani, buddha, hindu , dansebagainya (yang ga disebut jangan marah ya…..:), karena banyaaaak euy). Indonesia adalah kami, tempat kami ditumbuh besarkan di tanah yang subur, tempat kami membangun bangsa, tempat yang seharusnya tidak diciptakan untuk pertikaian antara perbedaan. Tempat yang SEHARUSnya tidak ada diskriminasi. Karena perbedaan yang membuat Indonesia kaya, perbedaanlah yang membentuk Indonesia selama ini. Kami adalah Indonesia. Kami adalah satu, Indonesia :)"
Tapi berhubung kalo jelasin segitu banyak pake Jerman pasti mulut gw bakal berbusa busa serta mata berkunang kunang, lalu akan senantiasa dihinggapi lalat tse tse, makanya sampe sekarang masih kesimpen di ati doang. Yah, paling engga gw bakal tau entar apa yang harus gw ungkapkan ke orang2 yang bertanya ke gw , "Siapa Indonesia? Apa Indonesia?". Gw bakal jawab : " Bhinneka Tunggal Ika "……….. *dengan muka senyum menggoda*
ditanggung tuh bule pasti cuma cengo’…….
hehehehe
Pada intinya gw cuma mo menyatakan perasaan sayang gw ke negara gw :). Dimana dalem satu lingkup negara, BRUK, semua tumpah jadi satu :)…..Perbedaan yang melebur jadi satu……..
Selamat Ulang Tahun Kemerdekaan ke 62, Indonesiaku…..
Semoga menjadi lebih lebih lebih dewasa :), tidak ada lagi pertikaian, tiada lagi bencana, gemah ripah loh jinawi, rakyat makmur, bahagia, semua koruptor mati keselek karna liat kumisnya Roy Suryo….
sunjid, sunhid, sundag, sunmat, sunpip, suncipikacipiki buat Indonesia…..MUACH!!! *hayah!!!*
Dimana Hati Terus Memijak, Dimana Hati Tak Pernah Beranjak….Dirgahayu…Dirgahayu….
P.S : Bonus poto limited edition edisi 17 agustusan (woooh pas lho merah putih hiakakakakaka………!!!!!, taken : disuatu siang, di tempat gawe -_- )…..kayak gini bukan narsis kan? bukan kaaan? bukan kaan? *maksa*
